Kabar Sehat
You are here: Home / Kesehatan Anak / Jenis Imunisasi yang Menyebabkan Demam

Jenis Imunisasi yang Menyebabkan Demam

. Imunisasi adalah sebuah langkah tepat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari berbagai ancaman penyakit yang bisa menyerang kapan saja. Cara ini telah dilakukan sejak lama. Di Indonesia sendiri, imunisasi telah digalakan semenjak awal abad 20 ketika angka mortalitas begitu tinggi terutama di kalangan anak-anak di masa penjajahan Belanda. Imunisasi menjadi salah satu program pemerintah yang sejak saat itu diteruskan hingga menjadi sebuah kebijakan di bidang kesehatan hingga saat ini. Melakukan imunisasi merupakan hal yang perlu sekali dilakukan, akan tetapi tindakan ini terkadang menimbulkan efek samping tersendiri bagi tubuh, yaitu timbulnya demam. Kira-kira apa saja jenis imunisasi yang menyebabkan deman? Untuk mengetahuinya, silahkan pahami dan cermati uraian berikut.

 jenis-imunisasi-yang-menyebabkan-demam

Ada beberapa jenis imunisasi yang menyebabkan demam, misalnya :

  • DPT

Vaksin DPT diberikan secara 3 in 1 dan mampu mencegah terjadinya penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Vaksin ini dapat diberikan melalui suntikan di bagian lengan atau paha. Sebaiknya pemberian imunisasi ini adalah tiga kali, sebab dengan begitu anak akan terlindungi dari penyakit difteri selama 10 tahun.

  • Campak

Imunisasi ini sangat penting diberikan terhadap anak-anak di bawah lima tahun. Golongan usia kurang dari lima tahun adalah yang seringkali terjangkit campak. Seorang anak akan mengalami akibat yang fatal jika menderita penyakit ini tanpa diimunisasi campak.

  • HIB

HIB adalah salah satu jenis imunisasi yang memiliki daya imunogenitas tinggi yang sangat efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada anak. Selain itu, jenis imunisasi ini memiliki kelebihan dengan tidak mempengaruhi respon imun satu sam lainnya

Nah, itu tadi berbagai jenis imunisasi yang menyebabkan deman. Jika anak Anda mengalami demam setelah diimunisasi dengan beberapa vaksin tersebut, Anda bisa menurunkan demamnya dengan memberikan obat penurun panas, semisal paracetamol atau mengompresnya menggunakan air hangat. Meski menimbulkan efek samping pasca pemberian vaksin, imunisasi ini tetap harus dilakukan mengingat pemberiannya sangat penting untuk mencegah penyakit-penyakit berbahaya, terutama pada anak-anak di bawah umur lima tahun atau balita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top