Lebih dari 16 Juta Warga Dunia Telah Terjangkit Covid-19

Virus corona (Covid 19) saat ini telah menjangkit lebih dari 16 juta warga dunia di 215 negara. Dilansir worldometers , Minggu (26/7/2020) pagi, sebanyak 16.185.324 warga dunia terkonfirmasi positif Covid 19. Adapun laporan total kematian akibat Covid 19 di seluruh dunia mencapai 64.751 kasus.

Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kasus terbanyak. Bahkan, angkanya mencapai 25 persen dari kasus dunia. Lebih dari 4,3 juta warga AS terjangkit virus asal China ini.

Brasil menjadi nomor dua dengan 2,3 juta kasus. Angka kematian di Brasil mencapai lebih dari 86 ribu. Hal ini setelah adanya tambahan 1.111 kasus kematian baru di Brasil.

Sementara itu di Asia, India menjadi negara dengan kasus tertinggi. Lebih dari 1,3 juta warganya terkonfirmasi positif Covid 19 dengan 32.096 kematian. Negara asal Covid 19, China, berada di urutan ke 26.

Jumlah kasusnya mecapai 83.784 dengan total 4.634 kematian. Angka kasus di China kini lebih rendah dibanding Indonesia. Indonesia berada di urutan ke 24 dunia.

Total sudah ada 97.286 kasus dengan 4.714 kasus kematian. Berikut 20 negara dengan kasus Covid 19 terbanyak di dunia per Minggu (26/7/2020) : Kasus Positif : 4.312.275 Total kematian : 149.338

Kasus Positif : 2.396.434 Total kematian : 86.496 Kasus Positif : 1.385.494 Total kematian : 32.096 Kasus Positif : 806.720 Total kematian : 13.192

Kasus Positif : 434.200 Total kematian : 6.655 Kasus Positif : 379.884 Total kematian : 18.030 Kasus Positif : 378.285 Total kematian : 42.645

Kasus Positif : 343.592 Total kematian : 9.020 Kasus Positif : 319.501 Total kematian : 28.432 Kasus Positif : 298.681 Total kematian : 45.738

Kasus Positif : 288.839 Total kematian : 15.484 Kasus Positif : 271.887 Total kematian : 5.787 Kasus Positif : 264.973 Total kematian : 2.703

Kasus Positif : 245.864 Total kematian : 35.102 Kasus Positif : 240.795 Total kematian : 8.269 Kasus Positif : 225.173 Total kematian : 5.596

Kasus Positif : 221.178 Total kematian : 2.874 Kasus Positif : 206.332 Total kematian : 9.202 Kasus Positif : 180.528 Total kematian : 30.192

Kasus Positif : 158.334 Total kematian : 2.893 Kasus Positif : 113.556 Total kematian : 8.885 Kasus Positif : 109.036 Total kematian : 164

Kasus Positif : 107.573 Total kematian : 4.284 Kasus Positif : 97.286 Total kematian : 4.714 Kasus Positif : 91.583 Total kematian : 4.558

Kasus Positif : 83.784 Total kematian : 4.634 Sementara itu, vaksin virus corona Covid 19, Sinovac, siap diuji klini pada sejumlah orang di Indonesia. Vaksin asal China tersebut diharap dapat dimanfaatkan untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia yang semakin tinggi.

Perusahaan pelat merah, Bio Farma, menerima vaksin Sinovac sebanyak 2.400 vaksin pada pekan lalu. "Vaksin ini akan dites dulu di internal lab Bio Farma. Namun clinical trial akan dilakukan oleh Unpad (Universitas Padjajaran)," ujar Neni Nurainy, Research and Development Bio Farma dilansir , Senin (20/7/2020). Adapun uji klinis fase 3 ini merupakan uji khasiat vaksin corona untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam melawan infeksi Covid 19.

"Uji klinis ini sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama, namun kita telah mempunyai cukup data bahwa vaksin ini aman dan berkhasiat,” ungkap Neni. “Sehingga nanti akan keluar yang namanya emergency use authority," imbuhnya. Untuk diketahui, emergency use authority adalah regulasi untuk mempercepat produksi vaksin.

Yakni dengan landasan data yang cukup terkait khasiat dan keamanan vaksin yang diberikan selama uji klinis fase 3 dilakukan. Menurut Neni, uji klinis fase 3 rencananya akan mulai dilakukan pada awal Agustus mendatang. Ditargetkan, selama 6 bulan sebelum diproduksi massal pada kuartal I tahun 2021.

"Jadi selama produksi, uji klinis vaksin Sinovac ini tetap diteruskan," kata Neni. Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengungkapkan produksi massal vaksin Covid 19 dapat dimulai pada awal tahun 2021. Pada tahap awal, Bio Farma menargetkan menghasilkan 40 juta dosis vaksin per tahun.

“Untuk tahap pertama sesuai dengan target penyelesaian uji klinis Januari (2020). Pada saat uji klinis dan izin edar keluar, kami sudah menargetkan untuk selesai sekitar 40 juta dosis per tahun,” kata Honesti dilansir , Selasa (21/7/2020). Bio Farma, menurut Honesti, menyiapkan kemampuan maksimal produksi 100 juta dosis per tahun pada tahap selanjutnya. Kemudian, kapasitas produksi akan terus ditambah menuju 250 juta dosis per tahun.

“Sesuai arahan Presiden kami dari Bio farma memastikan proses produksi vaksin bisa dikelola dengan baik,” ujarnya. Adapun vaksin akan disuntikkan ke 1.620 sampel orang rentang usia 18 59 tahun. Vaksin Sinovac diketahui tiba di Bio Farma pada 19 Juli 2020 sebanyak 2.400 vaksin.

Fase uji klinis tahap 3 akan dimulai pada Agustus 2020. Honesti Basyir mengatakan, uji klinis vaksin Covid 19, dijadwalkan enam bulan hingga Januari 2021. “Apabila uji klinis vaksin Covid 19 tahap 3 lancar, Bio Farma akan memproduksinya pada Q1 2021. Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal 250 juta dosis”, ujar Honesti.

Adapun vaksin Sinovac dipilih sebagai mitra karena metode pembuatan vaksin yang digunakan sama dengan kompetensi yang dimiliki Bio Farma.