Hendi Tulis Surat, Ucapkan Terima Kasih Pada ASN Pemkot Semarang

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang mengaku mendapatkan sebuah surat dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di hari pertamanya masuk kerja pasca libur lebaran. Surat tersebut berisi ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pasa ASN, karena telah kembali bekerja usai merayakan hari raya Idul Fitri. Adapun surat dengan tulisan tangan tersebut

Pemkab KBB Dikritik Karena Anggarannya Rp 60 Miliar, Masih Ada Ayam Busuk di Dalam Sembako Bantuan

DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengkritik Pemkab KBB yang tidak menggubris rekomendasi Panitia Kerja (Panja) percepatan penanganan Covid 19 DPRD. Hal ini terkait dengan bantuan sembako untuk warga, hingga akhirnya terdapat sembako busuk. Seperti diketahui, sembako busuk ini diterima oleh warga Perum Alam Sanggar Indah (ASI) RW 13, Desa Citapen, Kecamatan, Cihampelas, KBB. Selain daging

Pelaku Pembacokan Sadis Satu Keluarga di Purwakarta Ditangkap, Motifnya Masih Didalami

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk menangkap pelaku pembacokan sadis satu keluarga di Purwakarta, Jawa Barat. Pelaku pembacokan ditangkap polisi sehari setelah melakukan aksinya. "Sudah diamankan Polres Purwakarta. Motif dan detail lainnya masih didalami penyidik," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga, via ponselnya, Rabu (22/4/2020). Akibat aksi brutal tersebut, tiga orang

Penjelasan Ganjar Pranowo soal Penolakan Jenazah Perawat di Semarang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan klarifikasi soal penolakan pemakaman jenazah perawat positif virus corona (Covid 19) yang sempat dirawat di RSUP Kariadi Semarangpada Kamis (9/4/2020). Jenazah batal dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah warga tak mau jenazahperawatpositif virus corona dimakamkan di lokasi tersebut. Ganjar Pranowo menyampaikan

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pemkot Solo Perpanjang Status KLB Hingga 26 April

Pemerintah KotaSolo,Jawa Tengah, memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB)virus coronaatau Covid 19 hingga 26 April 2020. Sebagai pertimbangan, yakni jumlah kasus positif Covid 19, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Solo yang terus bertambah. "Kalau melihat perkembangan ODP dan PDP masih seperti ini, ya kita tidak mungkin menurunkan statusnya," kata Ketua